//
you're reading...
puisi

ketika


Aku bertanya pada malam tentang kegelapan
dan malam menjawab;
Kegelapan adalah tempat yang lapang bagi jiwa lelah
kelamnya menutup pintu-pintu kesilauan
keheningannya adalah tempat renungan menilik jiwa yang lupa
dinginnya adalah selimut bagi jiwa yang kepanasan
ketenangannya adalah penutur tentang kehidupan
dan mimpi-mimpinya adalah wangi bunga dan keindahan

Aku bertanya pada siang tentang terang yang menelanjangi malam
dan siang menjawab;
Cahya nyataku adalah penunjuk jalan bagi langkah kedepan
hangatku adalah dambaan kehidupan
terikku adalah peringatan bagi keserakahan
sinar lurusku adalah selang hidup tetumbuhan
lembar biru yang terpandang adalah catatan jalan jiwa-jiwa berjalan
dan debu yang melayang-layang adalah nafasku

Aku bertanya pada pagi tentang kehadirannya
dan pagi menjawab;
Hadirku adalah sebagai partisi waktu pembatas keinginan
semburat merahku adalah tanda kemegahan singgasana hari
kokok ayam jantan adalah dentang lonceng jam didinding kamarku yang mengusir
keheningan dari kursinya dan menyadarkan aku dari lelapku
gema kalimat Illahi adalah panggilan suci bagi jiwa yang mengerti
kicau burung riang adalah lantunan lagu harapan
dan segar udaraku adalah penyambung nyawa bagi penikmatnya

Dan hatiku bertanya pada jiwaku tentang alam
dan jiwaku menjawab;
Bahwa alam adalah gambaran kehidupan
maka bicaralah pada alam tentang iramanya

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: