//
you're reading...
puisi

Tegar


Tersimak satu-satu hariku
Lampau jua kan datang kini
Seribu luka dan serapah
Mengiang dan sirami
Detak jantung dan sukmaku

Tegarkan………..diriku
Hidup tak terlalu susah
tapi…
Hidup adalah siraman kopi pahit tanpa gula
Tapi itu hidup……..

Masuk ku dalam kamar
Kuputar mentari pagi
Terangi kepengapan

Tegarkan….
Tegarkan diriku………..
Dalam tiap lilin yang tertiup

Senyum bidadari hampiri
Kecupnya tanpa ragu
Rontokkan laraku

Balasku dalam rengkuhku

Kembali tersibak rambutnya
Mengalungkan rangkaian bunga kisah

Diskusi

3 thoughts on “Tegar

  1. melihat senyum bidadari dan merasakan kecupnya . . . . waduh mimpi yang sangat indah sekali

    Posted by sulaiman | 25 Agustus 2009, 10:31 am
  2. dia datang dengan segala melati di tubuhnya, merajah hening jiwa, luruh……

    Posted by mahendraku | 25 Agustus 2009, 4:49 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: